12 Tips Hijab Agar Rambut Tidak Bau Apek

Jangan khawatir dengan bau apek pada hijab, berikut 12 tips penting untuk menghindarinya.



Di antara semua tips hijab atau tips berhijab, salah satu yang wajib kamu ketahui adalah cara agar rambut tidak apek dan tidak bau. Mengapa? Kondisi rambut berhijab dan tidak berhijab sangat berbeda. Secara aktual, kulit kepala pada rambut yang berhijab akan lebih panas dan lebih mudah berkeringat. Tidak terdapat sirkulasi udara yang cukup untuk keringat dapat menguap. Belum lagi penumpukan produksi minyak pada area kulit kepala.


Nah gimana sih, tips hijab agar tidak bau dan kulit kepala tidak apek? Ada banyak cara mencegahnya. Pertama, kamu harus tau dulu apa sih penyebab bau apek pada hijab.


Penyebab bau apek pada rambut berhijab adalah bakteri yang berkembangbiak karena adanya keringat dan minyak rambut.


Bakteri ini mengurai keringat dan minyak sebagai sumber energi mereka untuk berkembang biak. Semakin banyak ‘makanan’, semakin cepat populasi bakteri berkembang biak.


Selain itu, kelembapan dan suhu udara yang tersekap antara kulit kepala dengan kain juga turut berkontribusi. Semakin panas dan hangat, aktivitas bakteri semakin lancar. Jadi jangan salah kaprah ya, yang bikin hijab mudah apek bukan keringat, tapi bakteri dan sisa-sisa keringat yang diurai oleh bakteri tersebut.


1. Gunakan Shampoo Khusus Hijab

Tidak semua shampoo sama. Meski sama-sama bertujuan untuk menghempaskan kotoran dan minyak berlebih penyebab bakteri, namun, masing-masing shampoo memiliki formulasi yang khusus untuk kebutuhan rambut. Karena itulah ada shampoo yang diciptakan untuk rambut rontok, untuk rambut berminyak, dan juga untuk rambut berketombe.


Nah, untuk pengguna hijab, kamu harus pakai shampoo khusus juga! Shampoo hijab biasanya punya formulasi khusus yang mengerti kebutuhan hijabers dan masalah-masalah rambut umum para hijabers alami.




2. Pilih Ciput atau Dalaman yang Menyerap Keringat.

Tips hijab untuk atasi bau yang pertama adalah memilih bahan ciput. Ciput atau dalaman hijab adalah hal paling penting karena kain ini bersentuhan langsung dengan hijab. Pemilihan kain akan menentukan apakah kulitmu jadi mudah kepanasan atau tidak.

Coba deh, pilih ciput atau dalaman hijab yang dapat menyerap keringat dengan baik. Beberapa bahan ciput rekomendasi kami adalah ciput rajut, ciput rayon, ciput jersey, ciput rayon (yang paling dingin di antara semuanya), dan juga ciput dengan bahan katun.


3. Pilih Bahan Hijab yang Tepat.

Kenali dirimu sendiri; semakin mudah bau apek muncul, artinya kamu mudah berkeringat. Ada banyak alasan mengapa seseorang berkeringat secara berlebihan. Selain karena masalah hormon, biasanya hal ini disebabkan oleh pilihan bahan hijab yang kurang tepat.

Solusinya? Pilih bahan hijab anti gerah! Memilih bahan hijab yang sejuk seperti rayon, katun dan viscose akan lebih nyaman untuk kulit kepala. Sedangkan hijab bahan sifon, hijab voal, dan berbagai jenis pashmina dengan bahan kaku cenderung lebih panas untuk kulit.


4. Pastikan Rambut Dalam Keadaan Kering Sebelum Berhijab.

Ini salah satu penyebab rambut berhijab bau apek; menggunakan ciput dan hijab saat rambut masih basah. Keadaan kulit kepala yang lembap akan membuat bakteri bekerja lebih aktif dalam mengurai keringat dan minyak alami pada kulit kepala.

Selain bagian kulit kepala yang wajib kering, kamu juga wajib untuk mengeringkan batang rambut sebelum mengikatnya. Batang rambut yang basah keadaannya sangat rapuh, gesekan atau ikatan yang minimal saja bisa membuatnya rontok, loh! Karena itulah, sebelum memakai hijab, kamu harus pastikan rambutmu sudah kering sempurna dari kulit kepala hingga ujung rambut.




5. Hindari Terlalu Lama Berpanas-Panasan.

Salah satu faktor hijab menjadi bau apek adalah karena kulit kepala yang terlalu panas, sehingga mudah berkeringat dan kelembapan yang tersekap lama. Terlalu lama terkena sinar matahari, kulit kepala akan mudah berkeringat dan membuat rambut sedikit basah. Karena rambut tertutup oleh hijab, inilah yang menimbulkan bau apek.


Solusinya? Saat harus berpanas-panasan, pilih bahan hijab yang adem dan menyerap keringat.


6. Sedia Kain Hijab Ekstra dalam Tas.

Berencana untuk beraktivitas seharian di luar ruangan? Atau harus kerja ke kantor dan naik angkutan umum? Siapkan kain hijab ekstra untuk berjaga-jaga jika hijab yang kamu gunakan sudah mulai mengeluarkan bau apek.


Kamu bisa menyiapkan beberapa ragam hijab instan sekaligus ciput ekstra dalam tasmu.


7. Rutin Mengganti Ciput.

Ada kalanya ciput tidak terasa kotor atau berkeringat, terutama saat cuaca sedang mendung dan tak ada matahari. Hal ini membuat kamu menggunakan ciput yang sama dalam 2 sampai 3 hari berturut-turut. Namun sebenarnya, ini adalah praktik yang kurang tepat.


Bakteri dari kulit kepala bisa berpindah pada ciput, sehingga saat digunakan pada kulit kepala, bakteri tersebut akan jadi aktif kembali. Tips berhijab untuk masalah ini adalah dengan rutin mengganti ciput setiap harinya. Usahakan juga untuk menjemur ciput di bawah sinar matahari secara rutin.


8. Jemur Hijab dan Ciput di Bawah Sinar Matahari.

Salah satu tips hijab tidak bau adalah dengan mengeringkan hijab di bawah sinar matahari. Jangan gunakan hijab dalam keadaan masih lembap. Kain yang lembap jadi favoritnya bakteri bandel!


Pastikan kamu menjemur hijab di bawah matahari minimal 1-2 jam untuk membunuh bakteri yang tertinggal pasca mencuci. Saat musim hujan hal ini memang akan jadi sangat menantang. Namun, kamu bisa akali dengan menjemur hijab dalam ruangan dan mengeringkannya dengan setrika.


9. Mencuci Hijab dengan Air Cuka.

Salah satu penyebab bakteri mampir adalah noda membandel pada hijab. Bisa jadi noda ini tertinggal saat kamu mencuci hijab dengan kurang bersih. Untuk menghilangkan noda membandel pada hijab, kamu bisa menggunakan air cuka.


Keasaman pada cuka akan menghilangkan noda sekaligus membunuh bakteri. Caranya, campurkan detergen, air, dan cuka menjadi satu. Lalu rendam hijab sambil mengucek noda. Setelah 15 menit, masukkan ke dalam mesin cuci atau cuci dengan tangan.



10. Gunakan Hijab Khusus Olahraga Saat Berolahraga.

Aktivitas fisik seperti olahraga pasti membuat rambut berkeringat. Untuk mengontrol keringat dan bakteri, kamu bisa menggunakan hijab khusus olahraga dengan bahan jersey atau polyester.

Beberapa apparel khusus olahraga biasanya juga menggunakan teknologi dry fit yang bisa membuat keringat terserap dan menguap dengan cepat.


11. Hindari Menyemprotkan Parfum pada Hijab.

Saat bau apek mulai muncul, menyemprotkan parfum langsung pada hijab bukanlah solusi yang bijak. sebagai solusi yang tepat, ya.

Hal ini akan menimbulkan bau yang lebih mengganggu, akibat campuran dengan bau apek dari bakteri dengan alkohol dan minyak dalam parfum. Tips hijab untuk masalah ini adalah mengganti hijab dan ciput dengan hijab yang bersih!


12. Urai Rambut dan Biarkan Rambut Bernapas.

Bayangkan deh, bagaimana rasa penat saat bekerja seharian. Pasti rasanya ingin santai dan bernapas lega, bukan? Sama dengan batang rambut dan kulit kepala!

Rambutmu butuh sirkulasi udara setelah terperangkap kain seharian. Selain itu, kutikel rambut akan mudah patah kalau kamu terlalu sering mengikatnya.


Jangan minder kalau hal ini terjadi padamu, karena hijab bau apek adalah masalah yang hampir semua orang alami. Dengan mengikuti tips hijab dari kami, kami yakin kamu akan lebih percaya diri dalam berhijab!


artikel ditulis oleh Yunisa untuk all things hair

foto diambil dari all things hair


3 views0 comments